Entri Populer

Sabtu, 25 Desember 2010

islamic worldview


WORLDVIEW SEBAGAI ASAS EPISTEMOLOGI ISLAM
( Tulisan Hamid Fahmy Zarkasyi)

LAPORAN CHAPTER
Oleh : Yasir Ismail, S.Pd

PENDAHULUAN
Tulisan yang berjudul  ‘Worldview Sebagai Asas Epistemologi Islam’, ditulis oleh Hamid Fahmy Zarkasyi, seorang Master Of Art Id Education dari University of Punjab, Lahore Pakistan dan Master Of Philosophy Dari Department Of Theology Faculty Of Art, University Of Birmingham, Inggris. Tulisan ini juga merupakan tulisan sebagai hasil dari perkuliah yang dilakukan penulis, terutama dari Prof. SMN Naquib Al Attas dan Prof Alparslan Acikgence.
Tulisan ini berisi tentang pengertian worldview baik  umum ataupun Islam, elemen dan karakteristik worldview,  proses munculnya worldview dan ilmu pengetahuan, worldview dan lahirnya ilmu dalam Islam, serta sejarah kelahiran ilmu kalam

SUBSTANSI ISI CHAPTER
Dalam pendahuluan, penulis menguraikan tentang epistemology dan pandangan hidup sebagai dua hal yang memiliki kaitan sangat erat, keduanya bekerja dalam pikiran manusia. Penulis menguraikan bahwa epistemology dalam Islam berkaitan erat dengan struktur metafisika dasar Islam yang terformulasikan sejalan dengan wahyu, hadits, akal, pengalaman dan intuisi. , ilmu dalam Islam merupakan produk dari pemahanan terhadap wahyu yang memiliki konsep yang universal, permanen, dinamis, pasti, samar – samar, yang asasi dan yang tidak asasi.
Dalam tulisan ini, penulis ingin membuktikan bahwa epistemology islam lahir dan berkembang berasaskan pandangan hidup islam, sehingga dapat dipostulasikan epistemology islam hanya dapat dikembangkan dengan merujuk kepada worldview islam.
berikut ini beberapa substansi isi chapter yang dapat saya simpulkan :
1.      Worldview adalah pandangan hidup, filsafat hidup, prinsip hidup, motor bagi perubahan social, asas bagi pemahamann realitas, asas bagi aktifitas social, tolak ukur untuk membedakan antara suatu peradaban dengan yang lain, pendek kata, worldview merupakan pandangan hidup/keyakinan seseorang atau kelompok yang akan berpengaruh besar dan dominan terhadap setiap peranan kehidupan yang mereka lakukan.
2.      Islamic worldview, diistilahkan dengan Islami Nazariat (Islamic vision), At Tasawwur al Islami (Islamic vision), al Mabda al Islami ( Islamic principle), Ru’yatul Islam lil Wujud (Islamic worldview). Intinya adalah cara pandang Islam terhadap segala sesuatu. Pensifatan kata Islam dalam worldview memberikan perubahan pada makna etimologis dan terminiologis dari setiap hal yang dipandang, berbeda dengan worldview dengan sifat yang lain, seperti hindu worldview, western worldview, dll
3.      Islami Nazariat, berarti pandangan hidup yang dimulai dari konsep keesaan Tuhan (syahadah) yang berimplikasi pada keseluruhan kehidupan manusia di dunia
4.      At Tasawwur Al Islami, berarti akumulasi dari keyakinan asasi yang terbentuk dalam pikiran dan hati setiap  muslim, yang member gambaran khusus tentang wujud dan apa-apa yang terdapat dibalik itu.
5.      Al Mabda Al Islami, merupakan kesatuan iman dan akal
6.      Worldview Islam adalah pandangan Islam tentang realitas dan kebenaran yang nampak oleh mata hati kita dan yang menjelaskan hakekat wujud.
7.      Elemen worldview terdiri dari ; konsep tuhan, konsep realitas, konsep ilmu, konsep etika atau nilai dan kebajikan, konsep tentang diri manusia
8.      Prinsip Islamic worldview adalah tauhid, asasnya adalah wahyu, hadits, akal, pengalaman dan intuisi. Sifatnya adalah otensitas dan finalitas, makna realitasnya adalah berdasarkan kajian metafisik serta objek kajiannnya adalah visible dan invisible
9.      Worldview terbentuk dari adanya akumulasi pengetahuan dalam pikiran seseorang, baik a priori maupun a posterion, konsep-konsep serta sikap mental yang dikembangkan oleh seseorang sepanjang hidupnya. Worldview lahir dari adanya konsep-konsep yang mengkristal menjadi kerangka berpikir (mental framework)
10.  Worldview terbagi menjadi 2, yaitu : natural worldview (terbentuk secara alami) dan transfarent Worldview ( terbentuk oleh suatu kesadaran berpikir)
11.  Struktur Worldview terdiri dari : struktur tentang kehidupan, struktur tentang dunia, struktur tentang manusia, struktur tentang nilai dan struktur tentang pengetahuan
12.  Kelahiran ilmu dalam islam dibagi secara periodic dengan urutan sebgai berikut : 1) turunnya wahyu dan lahirnya pandangan hidup islam, 2) adanya struktur ilmu pengetahuan dalam al Qur an dan Al Hadits, 3) lahirnya tradisi keilmuan Islam, dan 4) lahirnya disiplin ilmu - ilmu islam.
13.  Tahap – tahap terbentuknya suatu disiplin ilmu : 1) tahap problematic (problematic stage), tahap dimana berbagai subjek kajian dipelajari secara acak dan berserakan tanpa pembatasan pada bidang – bidang kajian tertentu, 2) tahap disipliner (disciplinary stage), tahap dimana masyarakat  yang telah memiliki tradisi ilmiah bersepakat untuk membicarakan materi dan metode pembahasan ditentukan sesuai dengan bidang masing-masing, 3) tahap penamaan ( naming stage ), pada tahap ini, bidang yang telah memiliki materi dan metode khusus itu kemudian diberi nama tertentu

ANALISIS DAN SIMPULAN
Setelah beberapa kali membaca dan membolak balik tulisan Hamid Fahmy Zarkasyi ini, maka saya mencoba memberikan analisis dan simpulan, sebagai berikut :
1.      Islamic worldview merupakan cara pandang kita sebagai seorang muslim terhadap berbagai realitas kehidupan yang kita temui sehari-hari
2.      Islamic worldview berpegang kepada kepercayaan dan keyakinan kita terhadap tauhidulloh, sehingga sumber ilmunya adalah al qur an, al hadits serta pengembangannya oleh manusia sendiri yang berdasarkan akal, pengalaman dan intuisi
3.      Islam sebagai suatu peradaban memiliki karakteristik penilaian sendiri terhadap berbagai hal, sehingga merupakan suatu keharusan setiap orang muslim untuk mampu memiliki kemampuan menganalisa berbagai hal dalam kehidupan ini dengan menggunakan Islamic world view
4.      Ketika Saya membaca dan mengkaji istilah worldview, agak bingung bila disandingkan dengan istilah filsafat, apakah worldview merupakan bagian filsafat atau sebaiknya, atau keduanya sama, cuma istilah yang berbeda
5.      Saya kurang mampu memahami uraian tentang epistemologi Islam dalam tulisan ini, hal ini mungkin dikarenakan referensi saya yang relative kurang, sehingga dalam pemahaman saya, ketika berbicara tentang epistemology, maka minimal harus dijelaskan mengenai tiga hal, objek pengetahuan, cara mencari pengetahuan dan tolak ukur benar salah pengetahuan, sebenarnya, mungkin ketiga hal diatas ada dalam tulisan ini, namun tidak secara eksplisit atau sama persis istilahnya
6.      Selanjutnya pertanyaan saya, adalah apakah segala sesuatu realitas ini bisa dan harus dipandang dengan Islamic worldview ? apakah Islamic worldview tentang satu realitas mesti berbeda dengan worldview lainnya ataukah tidak masalah jika sama ? ( mudaha-mudahan menjadi bahan diskusi )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar